Film Anti Islam “Fitna” Dapat Memecah Belah Umat Manusia

Opening :

Saia sendiri belum menonton😯 film ini,
meskipun minimbulkan rasa penasaran yang
tinggi. Tetapi melihat kontroversi dan
pertentangan yang terjadi dalam
penayangannya – ingat bila di belahan
barat dimana mayoritas masyarakat dan
pemerintahanya begitu demokratis saja
ragu akan film ini, bagai mana dengan
negara di belahan timur? Soalnya di
katakan bahwa pemerintah Belanda saja
cenderung menolak mengizinkan penayangan
film ini, jadi semakin membuat penasaran
saia akan kehebohan yang terkandung di
dalamnya.

Ok, Seandainya saia akan menganggap film
ini begitu provokatif👿 lalu ini
analisa saia tentang film ini :

Tidak ada dasar pemerintah Belanda
mengizinkan penayangan acara tersebut.

Belanda merupakan sebuah negara Eropa
barat yang paling maju dengan tingkat
kesejahteraan rakyat yang paling tinggi.
Dikenal sebagai negara paling toleran
dan permisif. Namun upaya anggota
parlemen Geert Wilders dari partai
Kebebasan untuk memutar film “Fitna”
yang berisikan hujatan terhadap agama
Islam dan kitab suci Al-Quran dapat
memicu konflik antar manusia terutama
dari kalangan Islam.

Serangan (hinaan) Tanpa Alasan Geert Wilders

Jika saja tayangan tersebut berasal dari
Amerika Serikat, Israel ataupun
Australia mungkin hal tersebut bisa
dimaklumi. Karena mereka memang pernah
dan masih memiliki rasa sakit hati
dengan kalangan kelompok
“Ekstrimis-Jihad Junkies” Islam. Hal ini
terkait dengan serangan World Trade
Center 9-11 ataupun Bomb Bali yang telah
menewaskan ratusan bahkan ribuan warga
negara mereka.

Tetapi Belanda ? Sepertinya kalangan
Ekstrimis aka Jihad Junkies tidak pernah
melakukan kegiatan yang menyakitkan hati
mereka. Kalaupun ada justru film buatan
“Theo Van Goh” lah yang justru melakukan
tindak provokasi terlebih dahulu. Itupun
masih berada didalam titik kewajaran
karena pada dasarnya film tersebut hanya
mengkritisi budaya Arab dengan mengatas
namakan Islam.

Biasanya yang jadi korban justru manusia
tak berdosa …

Dikuatirkan kelompok Ekstrim Islam akan
melakukan serangan balasan. Bedanya
mereka akan membalas tidak dengan
menggunakan media film namun menggunakan
media C4👿 Hanya saja, menilik
pristiwa bom bali dimana para Jihad
Junkies / Amrozi Cs mengakui bahwa
sebenarnya aksi mereka adalah untuk
menyerang warga Amerika Serikat, bukan
Australia. Namun karena tidak bisa
membedakan antara warga Amrike dengan Oz
(sebenarnya bisa dibedakan dari
dialeknya) maka terjadinya salah
sasaran. Ditambah, meski film tersebut
berasal dari Belanda bukan berarti warga
negara Belanda boleh dijadikan sasaran.
Sebagaimana yang terjadi pada warga
negara AS maupun barat lainya, sering
kali mereka jadi korban tak berdosa
sasaran kemarahan kelompok ekstrimis
akibat ulah pemerintahnya.

Beda Arab, Tim-Teng dengan Islam

Jika alasan pembuatan film tersebut
adalah jawaban atau kritikan terhadap
banyaknya imigran asal afrika utara
maupun timur tengah yang menjadi
pengangguran dan sumber masalah di
Belanda berarti film tersebut salah
sasaran. Memang Islam berasal dari Arab,
Timur Tengah. Tetapi tidak semua budaya
Arab-Tim Teng adalah budaya Islam. Jika
tidak suka dengan komunitas
Arab-Tim-Teng kenapa justru Islam yang
diserang? Silahkan hina komunitasnya
tetapi jangan serang Agamanya. Ingat
Agama bukan milik sebuah komunitas
tertentu, melainkan milik seluruh umat
manusia. Pemahaman ala Geert Wilders ini
mirip pemikiran kaum Wahabi, begitu
sempit dan cenderung barbar.

~ oleh kemazzz pada Maret 28, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: